Langsung ke konten utama

Resep Gampang Tuna Kimchi Jjigae

Tuna Kimchi Jjigae adalah salah satu dari sedikit makanan yang bisa saya masak. Waktu di Busan dulu, ini adalah makanan favorit saya di gosiwon. Kenapa? Karena di gosiwon, udah disediakan kimchi, nasi, dan bumbu dasar gratis. Otomatis saya cukup beli beberapa bahan aja di mart untuk melengkapi bahan-bahan yang diperlukan. Masaknya juga guampang bagi yang amatiran seperti saya. Dan rasanya udah dijamin ahjumma asli korea. Udah murah, gampang, enak lagi. Hahaha

Penampakan Tuna Kimchi Jjigae

Jadi ini bahan dan stepnya
Bahan:

  • 215 Gram Kimchi (Biasanya pake ommasson mat kimchi yang kecil, satu bungkus saya pake semua). Potong sekitar 2 cm
  • 1 kaleng Tuna
  • 1 tahu sutra. Potong kotak
  • 600 ml air
  • gochugaru atau korean hot pepper flakes secukupnya (Kalau gak punya bisa ganti bubuk cabe biasa atau boncabe)
  • butter/mentega secukupnya
  • garam secukupnya
  • daun bawang secukupnya (untuk garnish)
Langkah-langkah memasak
  1. Lelehkan butter di panci sampai meleleh
  2. Tumis tuna ke dalam panci selama dua menit dengan api tinggi
  3. Tambahkan kimchi ke dalam panci dan tumis selama 7 menit. kalau lengket, tambahkan air kimchi yang masih tertinggal
  4. Setelah tuna dan kimchi tertumis dengan baik dan harumnya udah kemana-mana, tambahkan air 600 ml.
  5. Tambahkan gochugaru sesuai selera atau level kepedesan yang diinginkan. Tambahkan juga garam secara bertahap, karena kimchi sendiri juga akan memberikan rasa asin dalam masakan.
  6. Aduk pelan-pelan selama 10-15 menit dengan api sedang
  7. Tambahkan tofu dan tunggu selama dua menit.
  8. Tuna Kimchi Jjigae siap dihidangkan. Tambahkan garnish daun bawang jika mau.
Gampang banget kan? tidak butuh skill potong-potong, tinggal cemplang-cemplung. Satu porsi ini bisa untuk 2-3 orang. Untuk makanan pendampingnya, telor ceplok plus nasi udah cukup untuk mengenyangkan perut

Semoga resep ini bisa membantu teman-teman yang pengen makan ala-ala korea dengan gampang. Terima kasih.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

[ Kenapa? Series 01] Kenapa rambut ahjumma di korea mayoritas keriting?

Ahjumma (hangeul: 아줌마) adalah panggilan tante atau bibi dalam bahasa korea. Arti sebenarnya adalah wanita yang menikah. Jadi walaupun masih umur 20, kalau udah nikah, bisa dipanggil ahjumma. Kalau sudah dipanggil ahjumma tuh rasanya sudah berasa tua. Kalian-kalian yang sering nonton drama korea mungkin tahu panggilan ini. Sejak saya datang di Korea dan melihat sekeliling, banyak sekali orang tua di sini. Apalagi kata temen korea saya, Busan sudah disebut kota tua. Gara-gara anak mudanya pada ke Seoul semua. Bagaimana penampakan orang tua, khusunya ahjumma di sini? penampakannya kayak gambar di bawah. Gambar ini merupakan gambaran ahjumma pada tahun 1988. Tahun 2016 pun style rambutnya ternyata tidak berubah, yaitu pendek dan dikeriting. Kenapa? *Gambaran Ahjumma di Korea* source: google  Setelah saya bertanya kepada beberapa narasumber, ada beberapa jawaban yang didapat. Yang pertama menunjukkan kalau dia itu sudah tua dan patut dihormati. Dan seperti emak-emak di Indone...

Dari Komik hingga Pengembangan Diri, Inilah Bacaaan Saya Dari Waktu ke Waktu

Kalau ditanya orang apakah hobi saya, biasanya saya jawab olahraga, nonton drama, dan membaca buku. Yang tetap konsisten dari kecil sampai sekarang adalah membaca. Olahraga sebenarnya oke-oke saja kalau diajak tapi motivasi diri semakin menurut sejak menginjak bangku kuliah. Sedangkan nonton drama baru diseriusi saat bangku kuliah dimana akses internet melimpah.  Setelah saya merenung sambil goler-goler di kasur serta dipicu dengan selesai mendengarkan podcast Raditya Dika tentang komik, saya ingin menelusuri bacaan apa saja yang saya konsumsi yang turut serta membentuk pribadi saya. Dimulai dari jaman TK sampai saat ini.  Masa Kecil Ingatan pertama saya tentang buku adalah komik Dragon Ball yang komiknya masih saya simpan sampai sekarang. Seingat saya, saya rewel pengen dibelikan komik padahal saat itu saya belum bisa baca. Akhirnya setelah dibelikan ya minta tolong dibacakan sambil memperhatikan gambarnya yang bagus. Kejadian ini terjadi saat saya masih TK. Dragon Ball menga...

Jepang, Finally...

Tiga tahun yang lalu, demi memenuhi kelengkapan data, untuk pertama kalinya saya mbolang sendirian ke luar kota. Kota tersebut adalah blitar. Tujuan saya adalah mengumpulkan data dan foto-foto di museum bung karno untuk PKM tim saya yaitu APIUS. Dari situ saya mulai merencanakan rute perjalanan, transportasi yang digunakan, dan lain-lain. Namanya juga pertama kali, saya pasti was-was. Sempat nyasar juga dan harus bertanya sana-sini saat berencana untuk pulang. Mbolang berikutnya adalah di Chengdu, China. Kalo dulu ke luar kota sendiri, ini ke luar negeri sendiri, kota yang baru saja didengar, dan tanpa kenalan di sana. Cerita lengkap bisa dilihat di sini dan sini. Dari situ saya belajar mengatur perjalanan, dari transportasi, penginapan, tempat tujuan, dan biaya yang dikeluarkan. Tepat di hari kemerdekaan tahun ini, alhamdulillah saya mbolang lagi, dan lagi-lagi sendirian, ke negara impian sejak kecil, yaitu Jepang. Tepatnya saya mbolang ke Kyoto dan Osaka. Banyak cerita yang ...