Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label Islam

Keutamaan Ilmu dibanding Harta

Paparan Syaikh Muhammad Abu Zahrah yang mengambil pendapat dari Abul Hasan, Radiyallahu 'Anhu, pendapat para Tabi'in , Atba'ut Tabi'in , dan Ulama Muta 'akhirin kemudian meramunya menjadi satu. Ilmu lebih utama dari harta. Awal-awal sebab ia adalah warisan para rasuk dan nabi-nabi. Sementara harta berupa emas, perak, dan permata, dilungsurkan Fir'aun, Qarun, dan raja-raja. Ilmu lebih utama dari harta. Karena ilmu menjaga pemiliknya, sedang pemilik harta bersusah payah menjaga kekayaannya. Ilmu lebih utama dibandingkan harta. Sebab jika ilmu menguasai harta, akan menjadi mulialah kedua-duanya. Sebaliknya, jika harta menguasai ilmu, kan menjadi hinalah kedua-duanya. Ilmu lebih utama dibanding harta. Sebab kekayaan akan berkurang dibelanjakan, sedangkan pengetahuan bertambah jika dibagikan. Ilmu lebih utama dibanding harta. Karena ilmu setia menyertai pemiliknya menuju kematian, kebangkitan, dan akhiratnya. Adapun harta tak mau ikut dan tetap tinggal di du...

Refleksi Diri

"Jalan hidup itu ada dua, kalau enggak jalan Allah ya jalan setan. Jadi kalau tidak berada di jalan Allah, ya berarti sedang di jalan setan. Gak ada yang namanya jalan abu-abu"-Bu Ratih, Dosen Teknik Informatika ITS  Quote tersebut saya dengar dari Kajian Muslimah hari jumat kemarin yang diadakan oleh KMI, Keluarga Muslim Informatika yang merupakan nama LDJ di kampus saya. Sungguh bikin ngajleb hati saya. Di jalan manakah saya berada sekarang? Jalan memiliki satu ujung ke ujung yang lain, dan kita memulainya dari tengah, jarak antar kedua ujung sama. Jika kita sedang berada di jalan Allah, berarti kita maju ke jalan yang terang, sedangkan jika berada di jalan setan, maka kita sesungguhnya mundur ke belakang menuju jalan kegelapan. Sikap kita yang tidak istiqomah dalam menjalankan Islam bisa mengakibatkan kita berada di posisi stagnan atau bahkan menuju ke jalan kegelapan. Kalian mau pilih jalan yang mana? "Anda semua orang Islam bukan? Sudah katam terjemahan alqura...

Review Buku: Muhammad Al-Fatih 1453

Sudah lama yang ingin baca buku ini. Pertama kali dengar buku ini, pas saya lihat buku lain dengan pengarang yang sama, yaitu Felix Y. Siauw. Kata teman-teman bagus, ya sudah, saya jadi penasaran. Setelah sekian lama akhirnya dapat pinjeman weekend kemarin dan saya habiskan di perjalanan PP Surabaya-Malang (saking nganggurnya di kereta) *Cover Buku* Penulis - Felix Y. Siauw Penerbit - Khilafah Press Distributor - aL-Fatih ZONE 0838.756.33222 HET - Rp. 75.000 Ukuran - 14.5 cm x 21 cm x 2,2 cm Tebal - 320 + ix halaman Buku ini bisa dikatakan buku cerita sejarah, karena yang namanya sejarah kan pasti ada tokoh, alur, dkk. Iya kan? Maka dari itu saya baca ini serasa baca novel, penasaran. Apa yang bikin saya penasaran? Yang saya bikin penasaran adalah gimana caranya Sultan Mehmed II bisa menaklukan Konstatinopel yang pada saat itu merupakan kerajaan yang berkuasa di dunia, kalo mau diumpamakan kayak Amerika gitu. Jadi ceritanya berawal dari hadist peninggala...

Taujih Visual

Pernah melihat yang seperti ini? sumber:  http://muslimagnet.tumblr.com Akhir-akhir ini saya sering melihat di News Feed Facebook saya, gambar-gambar tentang nasehat-nasehat dari  ayat-ayat Alquran, Hadits, ataupun suatu quote dari orang terkenal. Gambar-gambar tersebut sering disebut taujih visual. Dengan gambar yang menarik dan kalimat-kalimat yang mengena di hati dapat mengingatkan kita kepada Allah swt. Di sela-sela kesibukan kita menggarap tugas yang seringnya buka facebook atau media sosial lainnya, gambar-gambar ini dapat menenangkan hati. Kalau diartikan per kata, taujih artinya nasehat, Visual artinya dapat dilihat dengan penglihatan. Jika disusun sedemikian rupa, Taujih Visual adalah nasehat yang dikomunikasikan melalui media yang dapat dilihat, yaitu gambar dan tulisan.  Taujih visual ini juga merupakan media dakwah yang efektif dan menarik. Walaupun sekadar sekalimat, dua kalimat, kadang-kadang bisa ngajleb di hati. Merasa tersindir karena belum ...