Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label pikiran

Dari Komik hingga Pengembangan Diri, Inilah Bacaaan Saya Dari Waktu ke Waktu

Kalau ditanya orang apakah hobi saya, biasanya saya jawab olahraga, nonton drama, dan membaca buku. Yang tetap konsisten dari kecil sampai sekarang adalah membaca. Olahraga sebenarnya oke-oke saja kalau diajak tapi motivasi diri semakin menurut sejak menginjak bangku kuliah. Sedangkan nonton drama baru diseriusi saat bangku kuliah dimana akses internet melimpah.  Setelah saya merenung sambil goler-goler di kasur serta dipicu dengan selesai mendengarkan podcast Raditya Dika tentang komik, saya ingin menelusuri bacaan apa saja yang saya konsumsi yang turut serta membentuk pribadi saya. Dimulai dari jaman TK sampai saat ini.  Masa Kecil Ingatan pertama saya tentang buku adalah komik Dragon Ball yang komiknya masih saya simpan sampai sekarang. Seingat saya, saya rewel pengen dibelikan komik padahal saat itu saya belum bisa baca. Akhirnya setelah dibelikan ya minta tolong dibacakan sambil memperhatikan gambarnya yang bagus. Kejadian ini terjadi saat saya masih TK. Dragon Ball menga...

Gelombang Korea yang Membuat Kita Basah Kuyub, Bukan Basah Keceh-keceh

Bagaikan gelombang laut ketika kita surfing di pantai yang membuat badan jadi basah kuyub seluruh tubuh, budaya pop Korea Selatan semakin gencar masuk ke dalam tatanan hidup rakyat Indonesia saat ini. Bukan basah keceh-keceh seperti kita main air di pantai. Ditandai dengan trending twitter indonesia yang tidak pernah luput dari hashtag-hashtag berbau K-pop ataupun K-drama, ditayangkannya drama-drama hits di televisi lokal, dan lapak resmi produk kecantikan korea di mal-mal ataupun e-commerce Indonesia. Elemen-elemen yang saya sebutkan itu dikenal dengan nama Hallyu  atau gelombang korea, yaitu ekspansi global untuk kebudayaan populer korea. Penyebutannya terkenal diawali dengan huruf K, misalnya K-drama,K-pop,K-food, K-beauty. Apa yang membuat Hallyu bisa semeledak sekarang? Mungkin malah bisa saya katakan, menggeser popularitas budaya populer barat menuju ke budaya populer timur. Studi Kasus Bagaimana Hallyu bisa masuk ke diri seseorang bisa dilihat dari kisah berikut. ...

[Kenapa? Series 02] Kenapa orang-orang suka ngeliatin vlogs orang tak dikenal?

Vlogging adalah kepanjangan dari video blogging. Bersumber dari Wikipedia , definisinya seperti ini Video-Blogging , atau bisa disingkat  vlogging  (diucapkan Vlogging, bukan V-logging), atau  vidblogging , merupakan suatu bentuk kegiatan blogging dengan menggunakan medium  video  di atas penggunaan teks atau audio sebagai sumber media utama. Berbagai perangkat seperti  ponsel  berkamera, kamera digital yang bisa merekam  video , atau kamera murah yang dilengkapi dengan  mikrofon  merupakan modal yang mudah untuk melakukan aktivitas video blogging. Nonton vlog itu kayak nonton kegiatan sehari-harinya orang asing. Kurang kerjaan bukan? Bukannya sama kayak nonton nikahan atau lahiran orang di tv? Tapi kenapa banyak orang yang nonton? Bahkan ada orang yang pekerjaan utamanya vlogging, kayak keluarga shaytard . Pertanyaan ini bermula dari hobi saya, yaitu nonton youtube. Saya sering menggunakan kata kunci "indonesian food" saat isen...

[ Kenapa? Series 01] Kenapa rambut ahjumma di korea mayoritas keriting?

Ahjumma (hangeul: 아줌마) adalah panggilan tante atau bibi dalam bahasa korea. Arti sebenarnya adalah wanita yang menikah. Jadi walaupun masih umur 20, kalau udah nikah, bisa dipanggil ahjumma. Kalau sudah dipanggil ahjumma tuh rasanya sudah berasa tua. Kalian-kalian yang sering nonton drama korea mungkin tahu panggilan ini. Sejak saya datang di Korea dan melihat sekeliling, banyak sekali orang tua di sini. Apalagi kata temen korea saya, Busan sudah disebut kota tua. Gara-gara anak mudanya pada ke Seoul semua. Bagaimana penampakan orang tua, khusunya ahjumma di sini? penampakannya kayak gambar di bawah. Gambar ini merupakan gambaran ahjumma pada tahun 1988. Tahun 2016 pun style rambutnya ternyata tidak berubah, yaitu pendek dan dikeriting. Kenapa? *Gambaran Ahjumma di Korea* source: google  Setelah saya bertanya kepada beberapa narasumber, ada beberapa jawaban yang didapat. Yang pertama menunjukkan kalau dia itu sudah tua dan patut dihormati. Dan seperti emak-emak di Indone...