Kalau ditanya orang apakah hobi saya, biasanya saya jawab olahraga, nonton drama, dan membaca buku. Yang tetap konsisten dari kecil sampai sekarang adalah membaca. Olahraga sebenarnya oke-oke saja kalau diajak tapi motivasi diri semakin menurut sejak menginjak bangku kuliah. Sedangkan nonton drama baru diseriusi saat bangku kuliah dimana akses internet melimpah.
Setelah saya merenung sambil goler-goler di kasur serta dipicu dengan selesai mendengarkan podcast Raditya Dika tentang komik, saya ingin menelusuri bacaan apa saja yang saya konsumsi yang turut serta membentuk pribadi saya. Dimulai dari jaman TK sampai saat ini.
Masa Kecil
Ingatan pertama saya tentang buku adalah komik Dragon Ball yang komiknya masih saya simpan sampai sekarang. Seingat saya, saya rewel pengen dibelikan komik padahal saat itu saya belum bisa baca. Akhirnya setelah dibelikan ya minta tolong dibacakan sambil memperhatikan gambarnya yang bagus. Kejadian ini terjadi saat saya masih TK. Dragon Ball mengalahkan buku cerita anak-anak lainnya
![]() |
Komik Pertama *Kalo Gak Salah* |
Beranjak SD, saya sudah bisa membaca dan otomatis semakin beragam buku yang saya habiskan. Selain komik jepang, saya mulai membaca buku pengetahuan bergambar dan novel. Sumber bacaan kebanyakan dari kakak sepupu yang koleksi bukunya banyak. Jadi tiap ke rumah pakdhe, selalu ke rak-rak buku. Dari buku koleksi kakak sepupu, saya tahu novel pasukan mau tahu karya Enid Blyton. Selain dari kakak sepupu, saya juga sering meminjam buku dari perpustakaan penyewaan komik, yang sekarang sudah hilang tergerus jaman.
Enid Blyton termasuk pengarang yang novelnya paling banyak saya baca. Enid Blyton termasuk pengarang legendaris dari Inggris. Ibuku saja baca serial lima sekawan pas beliau kecil dan anaknya juga ternyata kesengsem sama novel-novel Enid Blyton. Salah satu serial Lima Sekawan, diterbitkan pertama kali tahun 1950 di Inggris, lima tahun setelah Indonesia Merdeka. Wajar kalau disebut legenda. Melalui novel-novelnya, saya berimajinasi untuk berpetualang dengan karavan gara-gara Lima Sekawan, memecahkan misteri seperti di Pasukan Mau Tahu, sampai-sampai ingin sekolah berasrama seperti Si Badung atau Mallory Tower. Tapi semuanya hanya imajinasi, ketiganya belum pernah saya lakukan di dunia nyata.
![]() |
Enid Blyton Series |
Komik termasuk bacaan hiburan utama saya dari kecil sampai sekarang. Buku memang jendela dunia, tidak terkecuali komik dengan gambar-gambarnya. Gara-gara komik, saya (kembali) punya banyak keinginan yang ingin dicoba, terutama dari segi olahraga. Saya ingin bermain sepak bola ketika membaca Shoot atau Offside, bermain basket ketika membaca Harlem Beat dan Slam Dunk, ingin berkuda gara-gara Sylphid, bahkan ingin bermain billiard gara-gara sempat membaca Break Shot. Dari keinginan-keinginan tersebut, basket lah yang tetap bertahan sampai SMA (Yang ingin tahu kisah basket saya, bisa cari di sini).
Ada cerita menarik tentang komik yang masih saya ingat sampai sekarang. Suatu waktu di kelas 2 atau 3 SD, bapak atau ibu guru bertanya ke kami,muridnya
"Negara Arab Saudi terkenal menghasilkan apa?"
Tidak ada yang menjawab sampai saya angkat tangan ragu-ragu dan menjawab
"Minyak"
Jawabannya benar dan saya syok. Kenapa? Karena saya tahu informasi itu dari komik B-daman dimana salah satu tokohnya adalah anak dari raja minyak Arab. Jadi, komik pun bisa menambah ilmu, tidak hanya menghibur.
Bacaan lain yang mengisi waktu kecil saya adalah buku cerita Islam. Waktu SD, saya sempat tinggal bersama Yangkung dan Yangti karena kedua orang tua saya di luar kota untuk tugas belajar dan bekerja. Saya termasuk anak rumahan yang hampir tidak pernah keluar rumah kecuali bermain bersama sepupu-sepupu saya. Hiburan saya kalau bukan nonton TV ya baca buku. Suatu waktu saya kehabisan buku bacaan, kemudian mencari-cari bacaan di rak buku Yangkung dan menemukan buku-buku cerita Islam. buku yang tulisan tok yang gak ada gambarnya. Yang paling berkesan adalah Riwayat Kehidupan Nabi Besar Muhammad S.A.W. Tebalnya 1000 halaman. Dan tentu saja saya tidak membacanya dari awal sampai akhir. Saya hanya membaca bagian "cerita"nya saja. Dari jaman Mekah saat Nabi Ibrahim dan Ibrahim hingga wafatnya Nabi Muhammad SAW. Penjelasan-penjelaasan seperti latar belakang suku Arab dan penjelasan lain saya skip-skip karena bahasanya terlalu sulit.
![]() |
Buku Penghilang Kebosanan |
Masa Remaja
Masa remaja saya isi dengan komik dan berbagai macam novel. Untuk komik, saya mulai membaca komik shoujo dan shounen. Di shoujo, ada Throbing Tonight dan Vampire Knight, sedangkan di shounen ada Prince of Tennis, Shaman King, dan Naruto. Di jaman SMP dan SMA saya, majalah komik diperkenalkan di Indonesia. Bagi yang belum tahu, komik di Jepang biasanya dirilis per chapter di majalah komik. Ada yang dirilis setia minggu seperti Shounen Jump, ada yang dwi-mingguan, bahkan bulanan. Majalah komik yang pernah dirilis di Indonesia ada Nakayoshi, Shounen Star, dan HanaLala. Ada banyak judul komik lain yang tidak bisa saya sebutkan satu per satu.
Untuk novel, setelah karangan Enid Blyton, saya mulai tertarik cerita romantis, di situ saya berkenalan dengan teenlit dan novel islami. Di novel-novel ini, saya untuk pertama kalinya membaca dengan sudut pandang orang pertama yang menurut saya masih asing pada saat itu. Setelah teenlit dan novel islami, saya berpindah ke novel fantasi dan misteri. Di novel fantasi, Harry Potter sangat booming pada saat itu. Ketika film keluar, teman-teman rela membolos untuk mengantri tiket untuk mendapatkan posisi duduk yang nyaman. Tak lupa ketinggalan Twilight Series, kisah romansa manusia dan vampir juga saya ikut. Novel dengan genre Misteri yang saya ikuti adalah novel-novel konspirasi karya Dan Brown. Dimulai dari The Da Vinci Code sampai saat ini yang terakhir adalah Origin.
Kenangan saya masalah perbukuan di masa remaja adalah antrian pinjaman buku dan sembunyi-sembunyi membaca komik di saat pelajaran. Di jaman SMP, begitu ada satu judul novel atau komik keluar dan anak di kelas ada yang membelinya, teman-teman saya di sekolah langsung antri giliran untuk membaca buku tersebut. Jadi untuk membaca buku harus bersabar, apalagi kalau yang dipinjam novel. Mungkin bisa bulan kesekian baru dapat giliran. Yang punya novelnya mungkin baru mendapatkannya kembali setelah beberapa bulan dia selesai membaca dan menyerahkannya ke peminjam nomer pertama.
Namanya
anak puber, jiwa-jiwa pemberontak muncul saat SMP. Komik-komik sering beredar
di kelas. Bahkan kita-kita baca di kelas saat pelajaran. Jadi kalau guru
menjelaskan, tangan memegang komik di kolong meja dan curi-curi kesempatan
untuk membacanya. Kadang-kadang ada razia sekolah, dan komik-komik tersebut
diselamatkan dengan menitipkannya di mbak kantin sekolah.
![]() |
Novel Teenlit dan Novel Islami |
![]() |
Serial dari Luar Negeri |
Masa Dewasa
Masuk kuliah, bacaan
semakin serius. Kebanyakan buku tentang self improvement, psikologi, dan IT.
Walaupun jarang bisa selesai, tapi bacaan-bacaan tersebut membuka insight saya
tentang dunia ini. Favorit saya adalah buku lapis-lapis keberkahan karya Salim
A. Fillah. Buku tentang pemaknaan berkah dan ridha dari Allah SWT. Ada juga
buku Introvert Advantage, buku tentang bagaimana seorang introvert hidup di
dunia dengan standard ekstrovert ini.
Untuk hiburan, saya
tetap membaca novel dan komik. Untuk novel, saya sedang menikmati novel
Indonesia dengan latar belakang masa lalu gara-gara membaca Bumi Manusia karya
Pramoedya Ananta Toer. Yang ringan, saya mengikuti webtoon dari Line Webtoon
dan Kakao Page Webtoon. Jaman sekarang sudah lebih mudah untuk mendapatkan
konten bagus dengan legal. Tidak seperti dahulu yang harus ke Web illegal
karena hanya mereka yang menerjemahkan serial tersebut. Bahkan beberapa serial
di webtoon resmi lebih cepat keluar dibandingkan yang ilegal (memang seharusnya
begitu). Tinggal kekuatan sabar kalo mau gratisan. Kalo gak sabar, bisa bayar
dan menurut saya tidak begitu mahal.
Gara-gara kesukaan
saya dengan buku-buku ini, waktu SD saya ingin kerja sampingan sebagai penjaga perpustakaan karena ingin membaca komik gratis. Saya juga dari dulu ingin mempunyai perpustakaan sendiri
di rumah. Dengan perpustakaan ini saya ingin menyebarkan semangat membaca
anak-anak sekitar rumah. Alhamdulillah, tahun 2010, saya diberi satu ruang
terpisah untuk perpustakaan. Saya beri nama "Taman Baca Cerdas
Ceria". Dibuka untuk umum hanya ketika saya tinggal di Malang dengan waktu cukup lama, hasilnya seringnya terbengkalai. Mimpi saya ini masih ada di diri saya dan semoga bisa mengelolanya dengan baik dan meningkatkan literasi anak Indonesia. Sampai saat ini masih mencari ramuan yang pas biar taman baca ini bisa jalan di saat saya bekerja.
![]() |
Perpustakaan Rumah |
![]() |
Sisi Lain Perpustakaan Rumah |
Saya juga sudah mulai baca sejak kecil, mungkin ikut dari orangtua yang semuanya suka baca dan koleksinya banyak. Waktu kecil juga ngikutin karangan Enid Blyton yang petualangan lima sekawan, inget banget rajin minjem buku ini di perpustakaan dekat rumah. Komik yang aku koleksi cuma 2 yaitu Doraemon dan Conan, tapi Conan sudah lelah mengikuti koleksinya karena sudah terlalu mahal :( padahal sudah punya 90 lebih.
BalasHapusSetelah dewasa ini aku masih baca juga tapi lebih ke novel misteri, detektif dan thriller. Usaha banget mau baca buku motivasi dan self improvement tapi lebih sering bosen daripada selesai :(
Conan itu memang panjang banget ya. Dulu juga sempat ngikutin tapi udah gak kuat lagi saking panjangnya.
HapusAku jarang baca novel misteri dan detektif. Ada saran judul bagus untuk dua genre ini? Kebetulan sekarang lagi cari novel untuk hiburan
iyaa conan emang bikin lelah bangettt deh, kalo mau novel misteri coba bacain karangannya agatha christie dijamin gak bakal kecewa, kalo aku pribadi suka banget yang ditanganin sama hercule poirot, atau baca juga seriesnya Lockwood & co, meskipun ada 'hantunya' tapi ini keren banget!! (bisa baca reviewnya di blog eh malah promosi hehehe) tapi seriusan Lockwood gabakal bikin kecewa
Hapus