Langsung ke konten utama

Postingan

Bedah Buku "Ranah 3 Warna" bersama A. Fuadi

Hari ini adalah hari spesial untuk saya dan kemungkinan besar juga beberapa teman saya yang mengikuti acara bedah buku "Ranah 3 Warna" yang merupakan acara penutup dari Parade SITC (Studi Islam Teknic Computer). Novel yang berisi motivasi-motivasi tersebut langsung dibedah oleh sang pengarang, A. Fuadi yang telah sukses di novel "Negeri 5 Menara" yang merupakan novel pertama dari trilogi Negeri 5 Menara. *cover depan* Dimulai dengan bangun pagi terus cuci-cuci baju, mandi, beli bubur ayam bungkusan dan dibawa ke aula Pascasarjana ITS lantai 3 :)). Malu-malu saya buka itu bungkusan buryam, tetapi rasa lapar mengalahkan rasa malu tersebut yang akhirnya menandaskan semangkok(kira-kira) buryam . Acara baru dimulai setengah 10-an. Gara-garanya listrik yang galau, kadang mati, kadang nyala. Sebagai akibat (katanya) dari pemadaman listrik bergilir untuk seluruh ITS. Gatau itu bener apa enggak, kayaknya bener melihat fakta-fakta yang terlihat. Acara pertama, seper...

Penghubung Malang-Surabaya

eSecara kebetulan, atas ijin Allah swt. saya sekarang merantau menuntut ilmu di ITS (Institut Teknologi Sepuluh Nopember BUKAN Institut Teknologi Surabaya). Walau tidak jauh-jauh seperti teman-teman saya, bahkan yang dari Sabang pun ada, tapi tetep aja namanya merantau. Walau pulang dua minggu sekali, bahkan seminggu sekali. Jarak yang tidak begitu jauh antara Malang Surabaya, bikin saya jadi sering pulang. Sudah berbagai macam kendaraan saya naiki untuk perjalanan yang membutuhkan waktu kira-kira 3 jam tersebut. Disini saya akan menjabarkan analisis saya tentang kendaraan-kendaraan tersebut . 1. Travel Tidak perlu ke stasiun atau terminal, kita hanya butuh jalan ke depan gerbang saja dan travel sudah muncul. Begitu masuk ke travel, tempat duduk empuk dan nyaman. Kadang-kadang pak supir menyetel radio untuk peramai suara. Udara dinginpun mengalir dari AC, membuat kita tidak kegerahan dan merupakan panasnya udara di luar. Kita dapat tidur dengan tenang dan begitu mata terbuka ki...

Salam MITREKA!!!.. SATATA

pertama kali mendengar frase ini adalah saat saya menjalani MOS (Masa Orientasi Siswa) di SMAN 1 Malang hampir 4 tahun yang lalu. Sejak pembukaan MOS kata "Salam Mitreka!! yang dijawab "Satata" selalu berkumandang selama tiga hari itu. Frase tersebut sudah terpatri di hati saya :P apa sebenarnya MITREKA SATATA itu??? Berasal dari kata Mitra yang berarti teman, Eka atau Ika yang berarti satu, dan Satata yang artinya Sederajat. Jadi kalau digabung Mitreka Satata itu artinya Pertemanan yang Sederajat. Sungguh mendalam bukan artinya. Kata ini diambil dari buku Negarakertagama dan digunakan oleh Kerajaan Majapahit untuk menyebut negara-negara yang ditaklukkannya bukan sebagai bawahan, tetapi sebagai negara Sahabat. Dalam berteman atau bersosialisasi itu semuanya sederajat, tidak ada yang derajatnya lebih tinggi ataupun derajatnya lebih rendah. Di mata Allah Swt. semua manusia adalah sama, yang membedakan adalah akhlaknya. Prinsip ini sungguh mengena di hati saya, apal...

Liburan, profesi jadi seniman

Tak terasa Bulan Februari telah datang, dan besok pagi dini hari saya harus merantau kembali ke ibukota (provinsi Jatim), Surabaya. Liburan 3 minggu ini lumayan cukup membuat refresh otak saya yang penat selama 1 semester kemarin. Salah satu kegiatan yang saya lakukan adalah menjadi seniman (red.tukang ngecat). Seperti yang diketahui, saya dan keluarga membuka sebuah taman baca yang diberi nama "Sebelas Sebelas". Nama ini berasal dari alamat rumah saya yang berada di gang 11 nomer 11. Cantik kan? hehe Selama 3 minggu yang gak full itu kami menghasilkan doraemon, spongebob w/ patrick, pooh sekeluarga (yang ini blom selese). *Doraemon* *Spongebob dan Patrick* Berkat bantuan teman-teman, perpustakaan saya menjadi lebih berwarna. Terima kasih buat Annisa Maulida, Ika Nurul Fauziah, Amalia, Dyah Ayu Laksmi, Esthi Darmastuti, terima kasih karena telah membantu secara sukarela. Tidak lupa pihak-pihak yang telah membantu baik dengan dukungan ataupun doa. Gak banyak ...

New Dream

Berhubung sudah di dunia yang baru, saatnya merefresh mimpi-mimpi saya. Kenapa? karena ada beberapa mimpi saya yang dulu tidak akan terjamah lagi. Contohnya saja FINAL DBL . Gak bisa keturutan lagi..huhu.. Tapi gak semua gagal dong, salah satu mimpiku dari kecil "Bikin Perpustakaan" tercapai . So, saatnya menggapai mimpi yang baru. Mimpi-mimpi saya dulu sudah tertuang dalam postingan berjudul " de dream ". *Old Dream* Dan inilah sebagian mimpi saya yang baru *New Dream* Dengan ini, saya bisa terus mengingatnya. Lembaran ini akan dipasang di samping tempat tidur biar selalu teringat, tidak lupa tujuan. Mari berusaha mencapai mimpi masing-masing. Ganbatte!!

UAS berakhir..tinggal pasrah dan bedoa

Akhirnya, dua minggu yang sangat sibuk ini telah berakhir. Minggu-minggu yang serasa diburu oleh waktu. Untuk minggu lalu, saya disibukkan oleh Final Project Sistem Digital. Berhari-hari kerja sampe malem untuk membuat yang namanya simulasi traffic light perempatan. Deadline terakhir dikumpulkan hari minggu, 9 Januari 2010 pukul 21.00. Tiap menit keterlambatan nilai dikurangi 10% -____-. Terima kasih untuk Istiningdyah Saptarini sebagai Project Manager kami, yang sudah mengatur jadwal dengan sangat baik dan mengoprak-ngoprak biar cepet selese, Nur Ahmad Wahid sebagai Desainer Software utama, gak menyerah walau error terus. Terima kasih kepada M.C.R Fauzi sebagai Desainer software bagian set malam, syukurlah masih bisa berjalan lancar walo gak pake IC. Kemudian Dimas Prabowo, desain software bagian simulasi pejalan kaki nyeberang, unyuu sekali jalannya *alay*. Kemudian Nandez Darras bagian non-teknis selain desain software, walau gak bisa tetep dateng dan mendukung :D. Berkat kerjasama...

Kangen mereka ;)

Sempet-sempetnya mosting padahal ntar sore ada kuis Sisdig, kuis terakhir matkul ini, dan menandakan berakhirnya matkul sisdig ini. Sayangnya saya masih ada tanggungan FP yang bikin galau itu.. Saya cuma pengen mosting beberapa foto kenangan SMA, terutama basketnya yang sepertinya masa-masa SMA saya dipenuhi dengan hal itu. Bahkan yang namanya mau UAN atau SNMPTN tetep aja nyempetin latihan, walau gak pake baju basket, cuma shooting2 bentar, ngobrol, dan pulang buat belajar atau les lagi. Disibukkan gak hanya masalah latihan, tapi juga beberapa hal di luar basket malahan..haha. Tapi mendidik kok, dan menyenangkan untuk diingat (?). Sekarang saya sedang di rantauan, jadi gak pernah lagi latian sama mereka, jalan bareng, menanti-nanti coach pulang dari rantauan juga * Coach pulang==hidup sejahtera :)) *. Tapi ini memang harus direlakan, untuk menuju sukses dibutuhkan keluar dari zona nyaman. Lagipula pas liburan juga masih bisa, walau mungkin sedikit kagok dan stamina abal-abal ...