Langsung ke konten utama

Postingan

Liburan berkedok konferensi, Chengdu, China (2)

"Is it too late to say sorry?" lirik lagu yang saya kutip dari lagu "sorry" punya Justin Bieber ini untuk pembaca yang ingin tahu cerita jalan-jalan di Chengdu, Desember tahun lalu. Lama amat updatenya? Iya, niat ngeblog baru muncul akhir-akhir ini. Jadi harap maklum. Melanjutkan postingan saya sebelumnya,  postingan kali ini saya dedikasikan untuk acara jalan-jalan selama satu setengah hari. Sebelum saya berangkat, saya mencari catatan perjalanan ke Chengdu, tapi saya hanya menemukan dua artikel tentang Chengdu dalam bahasa Indonesia. Padahal, Chengdu menarik untuk dijelajahi. Harga-harga sepertinya relatif lebih murah dibandingkan di Beijing atau Shanghai. Di postingan ini saya akan membahas empat poin penting dalam jalan-jalan, yaitu transportasi, penginapan, makanan, dan tempat wisata. Sertakan peta resolusi tinggi[nyusul] 1. Transportasi Chengdu memiliki bandara internasional, yaitu Bandara Shuangliu. Namun tidak ada penerbangan langsung dari Indo...

[Kenapa? Series 02] Kenapa orang-orang suka ngeliatin vlogs orang tak dikenal?

Vlogging adalah kepanjangan dari video blogging. Bersumber dari Wikipedia , definisinya seperti ini Video-Blogging , atau bisa disingkat  vlogging  (diucapkan Vlogging, bukan V-logging), atau  vidblogging , merupakan suatu bentuk kegiatan blogging dengan menggunakan medium  video  di atas penggunaan teks atau audio sebagai sumber media utama. Berbagai perangkat seperti  ponsel  berkamera, kamera digital yang bisa merekam  video , atau kamera murah yang dilengkapi dengan  mikrofon  merupakan modal yang mudah untuk melakukan aktivitas video blogging. Nonton vlog itu kayak nonton kegiatan sehari-harinya orang asing. Kurang kerjaan bukan? Bukannya sama kayak nonton nikahan atau lahiran orang di tv? Tapi kenapa banyak orang yang nonton? Bahkan ada orang yang pekerjaan utamanya vlogging, kayak keluarga shaytard . Pertanyaan ini bermula dari hobi saya, yaitu nonton youtube. Saya sering menggunakan kata kunci "indonesian food" saat isen...

[ Kenapa? Series 01] Kenapa rambut ahjumma di korea mayoritas keriting?

Ahjumma (hangeul: 아줌마) adalah panggilan tante atau bibi dalam bahasa korea. Arti sebenarnya adalah wanita yang menikah. Jadi walaupun masih umur 20, kalau udah nikah, bisa dipanggil ahjumma. Kalau sudah dipanggil ahjumma tuh rasanya sudah berasa tua. Kalian-kalian yang sering nonton drama korea mungkin tahu panggilan ini. Sejak saya datang di Korea dan melihat sekeliling, banyak sekali orang tua di sini. Apalagi kata temen korea saya, Busan sudah disebut kota tua. Gara-gara anak mudanya pada ke Seoul semua. Bagaimana penampakan orang tua, khusunya ahjumma di sini? penampakannya kayak gambar di bawah. Gambar ini merupakan gambaran ahjumma pada tahun 1988. Tahun 2016 pun style rambutnya ternyata tidak berubah, yaitu pendek dan dikeriting. Kenapa? *Gambaran Ahjumma di Korea* source: google  Setelah saya bertanya kepada beberapa narasumber, ada beberapa jawaban yang didapat. Yang pertama menunjukkan kalau dia itu sudah tua dan patut dihormati. Dan seperti emak-emak di Indone...

Random Thought Series [Ep. 0] dan Kenapa? Series

Halo rek! Udah lama gak update blog ini dan biasanya terkendala sama ide dan malas. Di sini lagi tengah malam, dan saya tiba-tiba pingin mencanangkan misi bikin dua series untuk blog ini. Random thought Series dan Kenapa? Series. Kenapa bikin series macam kayak gini? Setelah merenung, saya merasa terkadang pikiran saya acak dan tiba-tiba dapat suatu ide atau pertanyaan yang antara penting dan gak penting. Dan sepertinya hal ini patut ditulis karena mungkin ada orang di luar sana yang juga kepikiran kayak saya dan bisa saling sharing. Selain itu saya bukan orang yang suka ngomong, jadi nulis di blog ini is the best lah. Random Thought Series. Ceritanya ini postingan tentang ide-ide yang tiba-tiba muncul di dalam kepala saya. Dan berkat teknologi, saya bisa langsung nulis di gadget saya. Postingan ini juga termasuk Random Thought Series sepertinya ya. Untuk yang Kenapa? Series, saya juga punya pertanyaan yang kadang ngayal tapi terpendam di otak dan terlupakan. Terinspirasi pula dari n...

Liburan Berkedok Konferensi, Chengdu, China

Ni Hao! Tanggal 19-22 Desember 2015, saya diberi kesempatan untuk liburan berkedok konferesensi di Chengdu, China. Tau Chengdu? Saya juga gak tahu sebelum diberitahu Prof buat presentasi ke sana. Setelah tahu saya ditugaskan ke China langsung dagdigdug. Karena yang saya tahu, China itu negara minoritas muslim, bahasa sehari-hari full mandarin, akses internet terbatas, banyak tipuan-tipuan buat turis di sana, dan yang paling bikin dagdigdug adalah pergi seorang diri. Saya ingin menyiapkan sebaik-baiknya perjalanan untuk mengantisipasi kesulitan-kesulitan yang akan dihadapi di Chengdu. Mulai dari booking tiket pesawat, booking hotel, dari terminal ke hotel mau naik apa, makanannya bagaimana, dan mau kemana aja kalau ada waktu bebas. Untuk pesawat, saya memutuskan untuk naik Air China, mereka menyediakan makanan halal saat penerbangan. Untuk penginapan, saya membooking 2 tempat, Hongqi Hotel untuk konferensi dan Lazy Bones Hostel untuk liburan. Saya membooking dua tempat karena tempat ...

Ngelencer ke Seoul

Bulan lalu, saya mendapat kesempatan langka, yaitu menhadiri konferensi ICDE di Seoul. Walaupun hanya jadi pendengar, tapi itu adalah pengalaman yang luar bisa. Bisa bertemu dengan orang-orang besar  yang berperan dalam pengembangan pengolahan data di dunia. Sebelum ke acara utama, tentu saya sempatkan untuk jalan-jalan di Seoul. Kapan lagi bisa ke Seoul dan gratis, kecuali ada konferensi lagi di sini.  Saya dan teman-teman Data Science Lab berangkat ke Seoul menggunakan KTX, kereta tercepat di Korea Selatan. Telinga saya sampai berdenging ketika kereta melaju kencang. Waktu yang dibutuhkan dari Busan - Seoul sekitar 2,5 jam. Berangkat jam 10 pagi, kami sampai Seoul jam 12.30 siang. Hari itu kami berencana mengunjungi lima tempat. Berikut laporannya. Check it out. Cheonggyecheon River Tempat pertama adalah ke Cheonggyecheon River. Sungai di tengah-tengah padatnya gedung-gedung tinggi di Seoul. Sebenarnya sungainya biasa saja, tapi pemerintah Seoul dapat mengubahny...