Langsung ke konten utama

Postingan

Dua Sisi Jalan Raya

Dulu waktu aku masih kecil, waktu saya masih polos-polosnya, setiap lewat jalan raya kadang-kadang saya mikir, "Kenapa jalanan dibagi dua? Kenapa kok gak dicampur aja? Kan nanti bisa liat kendaraan jadi gampang menghindarinya, kalo dari belakang kan gak keliatan." Entah, saya mikir apa kok ada pemikiran kayak gitu dulu. Dipikir-pikir lagi konyol (atau malah kacau) kalo dua arah kendaraan dicampur jadi satu. Apa yang terjadi kalo kendaraan yang berbeda arah dicampur jadi satu? Akan terjadi kemacetan, kecelakaan, supir-supir pasti tan-tin tan-tin terus (nglakson maksudnya). Yang pasti, akan terjadi kekacauan tanpa akhir. Mendingan jalan kaki aja daripada pake kendaraan. Hal di atas bisa kita anggap sebagai simulasi kehidupan sehari-hari. Kok bisa? Dalam menjalani hidup, kita pasti membuat suatu gerakan, mau maju, mundur, belok kiri, atau belok kanan. Untuk memperlancar sebuah gerakan dibutuhkan orang-orang yang memiliki gerakan yang sama dan dikerjakan secara bersama...

Nostalgia dengan gebokan, gobak sodor, dan tekongan

Semester 2 telah berakhir, dan alhamdulillah IP saya sudah mencapai target. Untuk semester depan kudu lebih baik lagi..semangat!!! Sekarang adalah saat-saat menganggurnya seorang mahasiswa, liburan semester genap. Dua Bulan liburannn. Belum tau kudu ngapain aja, yang pasti jangan sampe liburan dibuang percuma dengan duduk di depan laptop buat nonton atau online *jleb*. Kebetulan adek saya libur, dan rumah saya sering dijadikan taman bermain untuk dia dan teman-teman tetangganya. Syukur, dia mainnya gak cuma di depan komputer buat main game, yang notabene penyakit anak jaman sekarang, tetapi juga main di halaman rumah buat main permaianan tradisional. Dan dalam sehari itu ternyata bisa main macem-macem. Anak kecil emang anak angin, gak pernah capek buat main. Sekalian untuk nostalgia (walaupun ada permainan yang gak pernah saya lakuin), akan coba ditelusuri lebih lanjut. 1. Gebokan Alat yang dibutuhkan adalah bola dan beberapa pasang sandal (?). Bola seukuran bola tenis, kalo g...

Bedah Buku "Ranah 3 Warna" bersama A. Fuadi

Hari ini adalah hari spesial untuk saya dan kemungkinan besar juga beberapa teman saya yang mengikuti acara bedah buku "Ranah 3 Warna" yang merupakan acara penutup dari Parade SITC (Studi Islam Teknic Computer). Novel yang berisi motivasi-motivasi tersebut langsung dibedah oleh sang pengarang, A. Fuadi yang telah sukses di novel "Negeri 5 Menara" yang merupakan novel pertama dari trilogi Negeri 5 Menara. *cover depan* Dimulai dengan bangun pagi terus cuci-cuci baju, mandi, beli bubur ayam bungkusan dan dibawa ke aula Pascasarjana ITS lantai 3 :)). Malu-malu saya buka itu bungkusan buryam, tetapi rasa lapar mengalahkan rasa malu tersebut yang akhirnya menandaskan semangkok(kira-kira) buryam . Acara baru dimulai setengah 10-an. Gara-garanya listrik yang galau, kadang mati, kadang nyala. Sebagai akibat (katanya) dari pemadaman listrik bergilir untuk seluruh ITS. Gatau itu bener apa enggak, kayaknya bener melihat fakta-fakta yang terlihat. Acara pertama, seper...

Penghubung Malang-Surabaya

eSecara kebetulan, atas ijin Allah swt. saya sekarang merantau menuntut ilmu di ITS (Institut Teknologi Sepuluh Nopember BUKAN Institut Teknologi Surabaya). Walau tidak jauh-jauh seperti teman-teman saya, bahkan yang dari Sabang pun ada, tapi tetep aja namanya merantau. Walau pulang dua minggu sekali, bahkan seminggu sekali. Jarak yang tidak begitu jauh antara Malang Surabaya, bikin saya jadi sering pulang. Sudah berbagai macam kendaraan saya naiki untuk perjalanan yang membutuhkan waktu kira-kira 3 jam tersebut. Disini saya akan menjabarkan analisis saya tentang kendaraan-kendaraan tersebut . 1. Travel Tidak perlu ke stasiun atau terminal, kita hanya butuh jalan ke depan gerbang saja dan travel sudah muncul. Begitu masuk ke travel, tempat duduk empuk dan nyaman. Kadang-kadang pak supir menyetel radio untuk peramai suara. Udara dinginpun mengalir dari AC, membuat kita tidak kegerahan dan merupakan panasnya udara di luar. Kita dapat tidur dengan tenang dan begitu mata terbuka ki...

Salam MITREKA!!!.. SATATA

pertama kali mendengar frase ini adalah saat saya menjalani MOS (Masa Orientasi Siswa) di SMAN 1 Malang hampir 4 tahun yang lalu. Sejak pembukaan MOS kata "Salam Mitreka!! yang dijawab "Satata" selalu berkumandang selama tiga hari itu. Frase tersebut sudah terpatri di hati saya :P apa sebenarnya MITREKA SATATA itu??? Berasal dari kata Mitra yang berarti teman, Eka atau Ika yang berarti satu, dan Satata yang artinya Sederajat. Jadi kalau digabung Mitreka Satata itu artinya Pertemanan yang Sederajat. Sungguh mendalam bukan artinya. Kata ini diambil dari buku Negarakertagama dan digunakan oleh Kerajaan Majapahit untuk menyebut negara-negara yang ditaklukkannya bukan sebagai bawahan, tetapi sebagai negara Sahabat. Dalam berteman atau bersosialisasi itu semuanya sederajat, tidak ada yang derajatnya lebih tinggi ataupun derajatnya lebih rendah. Di mata Allah Swt. semua manusia adalah sama, yang membedakan adalah akhlaknya. Prinsip ini sungguh mengena di hati saya, apal...

Liburan, profesi jadi seniman

Tak terasa Bulan Februari telah datang, dan besok pagi dini hari saya harus merantau kembali ke ibukota (provinsi Jatim), Surabaya. Liburan 3 minggu ini lumayan cukup membuat refresh otak saya yang penat selama 1 semester kemarin. Salah satu kegiatan yang saya lakukan adalah menjadi seniman (red.tukang ngecat). Seperti yang diketahui, saya dan keluarga membuka sebuah taman baca yang diberi nama "Sebelas Sebelas". Nama ini berasal dari alamat rumah saya yang berada di gang 11 nomer 11. Cantik kan? hehe Selama 3 minggu yang gak full itu kami menghasilkan doraemon, spongebob w/ patrick, pooh sekeluarga (yang ini blom selese). *Doraemon* *Spongebob dan Patrick* Berkat bantuan teman-teman, perpustakaan saya menjadi lebih berwarna. Terima kasih buat Annisa Maulida, Ika Nurul Fauziah, Amalia, Dyah Ayu Laksmi, Esthi Darmastuti, terima kasih karena telah membantu secara sukarela. Tidak lupa pihak-pihak yang telah membantu baik dengan dukungan ataupun doa. Gak banyak ...

New Dream

Berhubung sudah di dunia yang baru, saatnya merefresh mimpi-mimpi saya. Kenapa? karena ada beberapa mimpi saya yang dulu tidak akan terjamah lagi. Contohnya saja FINAL DBL . Gak bisa keturutan lagi..huhu.. Tapi gak semua gagal dong, salah satu mimpiku dari kecil "Bikin Perpustakaan" tercapai . So, saatnya menggapai mimpi yang baru. Mimpi-mimpi saya dulu sudah tertuang dalam postingan berjudul " de dream ". *Old Dream* Dan inilah sebagian mimpi saya yang baru *New Dream* Dengan ini, saya bisa terus mengingatnya. Lembaran ini akan dipasang di samping tempat tidur biar selalu teringat, tidak lupa tujuan. Mari berusaha mencapai mimpi masing-masing. Ganbatte!!