Langsung ke konten utama

Postingan

Jepang, Finally... (Hari ke-2)

Lanjutan postingan yang sudah luamaaaaaa, yaitu solo traveling saya ke Jepang, tepatnya Kyoto(ft. Osaka) setahun yang lalu. Pengen ditulis aja, mumpung masih inget pengalaman-pengalamannya sebelum lupa. Arashiyama Destinasi pertama yang saya kunjungi ada Arashiyama yang terkenal dengan hutan bambunya. Kalau anda sering membaca manga atau menonton anime tema sekolah, biasanya tempat ini dijadikan salah satu destinasi wisata sekolah, contohnya Oregairu. *salah satu scene di Oregairu, backgroundnya bagus kan?* Saya berangkat menggunakan bus kota, menggunakan fasilitas tiket terusan seharian seharga 500 Yen. Tiket ini saya beli di vending machine depan Stasiun Kyoto. Perjalanan penggunaan bus adalah transportasi terhemat untuk jalan-jalan di Kyoto, menurut saya. Namun ada satu yang menantang dalam mengendarai ini, yaitu rute perjalanannya, mbulet. Jadi sebelum nyampek di Kyoto, usahakan sudah memahami peta dan sistem kerjanya. Untuk panduannya, bisa didownload di sini . ...

Babak Berikutnya Pun Telah Dimulai

Lima bulan sejak saya kembali ke Indonesia dari Busan, kini saya kembali merantau di Surabaya, untuk bekerja. Sudah sekitar satu bulan saya bekerja sebagai Database Administrator di PT. Collaborative Excellence. Memulai karir pekerjaan saya sesuai yang saya rencanakan, yaitu tidak di jakarta, berhubungan dengan otak-atik data, dan bukan dosen. Berdasarkan kriteria tersebut, sudah terlihat saya orangnya itu selektif. Sebenarnya dari dulu sih. Saya ngotot pengen masuk SMA 1 Malang gara-gara tim basketnya yang bagus. Saat itu tim ceweknya dengan skuad mbak ruby dkk bisa meraih runner up di DBL. Kemudian pemilihan jurusan kuliah juga pokoknya informatika, untung saya lebih fleksibel untuk kampusnya, tidak harus UGM.   Kembali ke kriteria-kriteria untuk pekerjaan saya, ada tiga poin. Pertama tidak di Jakarta, gara-gara kondisi Jakarta yang macet dan sumpek, tidak baik untuk kesehatan fisik dan mental. Alasan lainnya juga cari kerjaan yang deket rumah saja, biar serin...

Jepang, Finally...

Tiga tahun yang lalu, demi memenuhi kelengkapan data, untuk pertama kalinya saya mbolang sendirian ke luar kota. Kota tersebut adalah blitar. Tujuan saya adalah mengumpulkan data dan foto-foto di museum bung karno untuk PKM tim saya yaitu APIUS. Dari situ saya mulai merencanakan rute perjalanan, transportasi yang digunakan, dan lain-lain. Namanya juga pertama kali, saya pasti was-was. Sempat nyasar juga dan harus bertanya sana-sini saat berencana untuk pulang. Mbolang berikutnya adalah di Chengdu, China. Kalo dulu ke luar kota sendiri, ini ke luar negeri sendiri, kota yang baru saja didengar, dan tanpa kenalan di sana. Cerita lengkap bisa dilihat di sini dan sini. Dari situ saya belajar mengatur perjalanan, dari transportasi, penginapan, tempat tujuan, dan biaya yang dikeluarkan. Tepat di hari kemerdekaan tahun ini, alhamdulillah saya mbolang lagi, dan lagi-lagi sendirian, ke negara impian sejak kecil, yaitu Jepang. Tepatnya saya mbolang ke Kyoto dan Osaka. Banyak cerita yang ...

Mengapa Baidu dan Naver Lebih Populer Dibanding Google di Negara Mereka?

Semua orang tahu, mesin pencari nomer 1 di dunia adalah Google. Pertama kali didirikan oleh Larry Page dan Sergey Brin. Mereka memiliki proyek riset untuk program Ph.D mereka di Universitas Stanford. Ide pertama dua founders ini adalah bagaimana menentukan peringkat suatu situs di antara berjuta-juta halaman web yang ada di dunia maya. Teknologi tesebut sekarang terkenal dengan nama PageRank. Berawal dari satu ide tersebut, Google berkembang, berkembang, dan berkembang terus hingga mencapai ranah otomotif dengan Google Self Driving Car . Namun, sayap mereka ternyata tidak berkembang lebar di China dan Korea Selatan. Apa yang menyebabkan Google gagal menguasai China dan Korea Selatan? Alasannya karena dua negara tersebut memiliki mesin pencari yang lebih mereka andalkan daripada Google, yaitu Baidu di China dan Naver di Korea Selatan. Saya tidak akan membahas perbedaannya secara teknis, tetapi lebih ke pendapat dan pengalaman pribadi setelah saya menggunakan kedua mesin pencari terseb...

Liburan berkedok konferensi, Chengdu, China (2)

"Is it too late to say sorry?" lirik lagu yang saya kutip dari lagu "sorry" punya Justin Bieber ini untuk pembaca yang ingin tahu cerita jalan-jalan di Chengdu, Desember tahun lalu. Lama amat updatenya? Iya, niat ngeblog baru muncul akhir-akhir ini. Jadi harap maklum. Melanjutkan postingan saya sebelumnya,  postingan kali ini saya dedikasikan untuk acara jalan-jalan selama satu setengah hari. Sebelum saya berangkat, saya mencari catatan perjalanan ke Chengdu, tapi saya hanya menemukan dua artikel tentang Chengdu dalam bahasa Indonesia. Padahal, Chengdu menarik untuk dijelajahi. Harga-harga sepertinya relatif lebih murah dibandingkan di Beijing atau Shanghai. Di postingan ini saya akan membahas empat poin penting dalam jalan-jalan, yaitu transportasi, penginapan, makanan, dan tempat wisata. Sertakan peta resolusi tinggi[nyusul] 1. Transportasi Chengdu memiliki bandara internasional, yaitu Bandara Shuangliu. Namun tidak ada penerbangan langsung dari Indo...

[Kenapa? Series 02] Kenapa orang-orang suka ngeliatin vlogs orang tak dikenal?

Vlogging adalah kepanjangan dari video blogging. Bersumber dari Wikipedia , definisinya seperti ini Video-Blogging , atau bisa disingkat  vlogging  (diucapkan Vlogging, bukan V-logging), atau  vidblogging , merupakan suatu bentuk kegiatan blogging dengan menggunakan medium  video  di atas penggunaan teks atau audio sebagai sumber media utama. Berbagai perangkat seperti  ponsel  berkamera, kamera digital yang bisa merekam  video , atau kamera murah yang dilengkapi dengan  mikrofon  merupakan modal yang mudah untuk melakukan aktivitas video blogging. Nonton vlog itu kayak nonton kegiatan sehari-harinya orang asing. Kurang kerjaan bukan? Bukannya sama kayak nonton nikahan atau lahiran orang di tv? Tapi kenapa banyak orang yang nonton? Bahkan ada orang yang pekerjaan utamanya vlogging, kayak keluarga shaytard . Pertanyaan ini bermula dari hobi saya, yaitu nonton youtube. Saya sering menggunakan kata kunci "indonesian food" saat isen...

[ Kenapa? Series 01] Kenapa rambut ahjumma di korea mayoritas keriting?

Ahjumma (hangeul: 아줌마) adalah panggilan tante atau bibi dalam bahasa korea. Arti sebenarnya adalah wanita yang menikah. Jadi walaupun masih umur 20, kalau udah nikah, bisa dipanggil ahjumma. Kalau sudah dipanggil ahjumma tuh rasanya sudah berasa tua. Kalian-kalian yang sering nonton drama korea mungkin tahu panggilan ini. Sejak saya datang di Korea dan melihat sekeliling, banyak sekali orang tua di sini. Apalagi kata temen korea saya, Busan sudah disebut kota tua. Gara-gara anak mudanya pada ke Seoul semua. Bagaimana penampakan orang tua, khusunya ahjumma di sini? penampakannya kayak gambar di bawah. Gambar ini merupakan gambaran ahjumma pada tahun 1988. Tahun 2016 pun style rambutnya ternyata tidak berubah, yaitu pendek dan dikeriting. Kenapa? *Gambaran Ahjumma di Korea* source: google  Setelah saya bertanya kepada beberapa narasumber, ada beberapa jawaban yang didapat. Yang pertama menunjukkan kalau dia itu sudah tua dan patut dihormati. Dan seperti emak-emak di Indone...